9 Makanan dan Minuman Selain Kopi yang Mengandung Kafein

Trimethylxanthine atau kafein adalah zat psikoaktif yang secara alami ada pada beberapa jenis makanan. Menurut beberapa penelitian, kafein memiliki beberapa efek positif mulai dari meningkatkan performa saat berolahraga, mencegah penurunan fungsi otak, hingga membantu menurunkan berat badan.  

Berbicara mengenai kafein, pasti kita semua akan teringat dengan kopi. Tapi siapa sangka, ternyata ada banyak makanan dan minuman lain yang juga mengandung kafein. Jadi bila kamu tidak suka rasa kopi atau memiliki masalah ketika mengkonsumsi kopi, makanan dan minuman ini patut kamu coba.

1. Kopi Rendah Kafein

Kopi rendah kafein (decaf coffee) cocok untuk kamu yang ingin menikmati kopi tanpa harus khawatir dengan kadar kafeinnya yang tinggi. Meski kadang diberi label non-kafein, nyatanya jumlah kafein pada decaf coffee masih tetap ada meski cukup rendah, hanya sekitar 14 mg per sajian.

Berdasarkan salah satu penelitian, kopi non-kafein ini ternyata punya manfaat yang sama dengan kopi biasa. Jadi kamu tetap bisa merasakan manfaat kafein tanpa membuat jantung berdebar-debar.

2. Teh Hitam

Teh hitam adalah teh dengan kandung kafein terbanyak di antara jenis teh lainnya. Teh hitam yang dikonsumsi dalam bentuk serbuk daun kering atau kantong celup memiliki setengah kandungan kafein pada kopi.

Tidak hanya bisa menjadi alternatif sumber kafein, teh hitam juga memiliki manfaat lain seperti mencegah oksidasi dan melawan peradangan. Pada salah satu penelitian disebutkan bila orang yang minum teh secara teratur memiliki persentase 70% lebih rendah terkena resiko diabetes.

3. Teh Hijau

Tidak seperti teh hitam, kandungan kafein pada teh hijau hanya sepertiga jumlah kafein pada kopi. Meski begitu teh hijau memiliki begitu banyak manfaat mulai dari menyehatkan kulit, meningkatkan metabolisme tubuh, meningkatkan pembakaran lemak, hingga meringankan stres.

4. Minuman Berenergi

Minuman berenergi adalah minuman yang sering dikonsumsi untuk menambah stamina saat beraktivitas. Minuman semacam ini ternyata mengandung kafein dalam jumlah yang sangat tinggi.

5. Minuman Bersoda

Siapa sangka minuman berkarbonasi juga mengandung kafein? Pada setiap minuman bersoda terdapat rata-rata 21 – 41 mg kafein tergantung mereknya.

Meski begitu minuman bersoda bukanlah minuman yang bisa sering dikonsumsi karena kandungan gulanya yang cukup tinggi. Jadi batasi minuman semacam ini bila kamu tidak ingin terkena resiko obesitas dan diabetes.

6. Coklat

Selain enak, coklat juga mengandung kafein lho! Kafein ini dapat ditemukan secara alami pada biji coklat. Pada setiap 30g coklat hitam terdapat 60mg kafein, sedangkan olahan coklat lainnya (termasuk es krim coklat) memiliki jumlah kafein yang bervariasi meski pada umumnya cukup rendah.

Meski begitu, ada beberapa coklat yang memiliki dosis kafein yang sangat tinggi seperti energy choco bar yang menggunakan zat tersebut untuk memberi tambahan energi pada pemakannya.

7. Teh Matcha

Matcha dibuat dari pucuk daun teh yang diselimuti kain hitam. Setelah dipetik, daun dikukus dalam waktu singkat antara 15 hingga 30 detik lalu dikeringkan dan digiling sampai menjadi bubuk.

Selain sehat karena mengandung banyak anti oksidan, teh matcha ternyata memiliki sepertiga kandungan kafein kopi lho! Cocok nih untuk asupan kafein di malam hari tanpa harus merusak ritme tidur kita.

Manfaat lain yang bisa kamu dapat dari minuman ini antara lain membantu daya konsentrasi, membakar lemak, hingga menghilangkan racun dari dalam tubuh.

8. Kuaci / Biji Bunga Matahari

Cemilan yang berasal dari biji bunga matahari yang kita kenal sebagai kuaci memiliki banyak kandungan baik seperti folat, vitamin B6, dan vitamin E. Meski begitu, kandungan kafein dalam satu takaran penyajiannya cukup tinggi dan bisa mencapai 140 mg. Jadi jangan heran kalau makanan yang satu ini sering menjadi bahan baku untuk membuat minuman berenergi.

9. Obat Pereda Nyeri

Obat pereda nyeri (pain relievers) seringkali menambahkan kafein untuk membantu mengurangi rasa nyeri. Beberapa penelitian memang menyebutkan kalau kafein dapat membantu mengatasi nyeri sakit kepala, meski ada juga yang menuding kafein sebagai penyebabnya bila dikonsumsi terlalu banyak.

Kadar kafein dalam obat jenis ini biasanya cukup tinggi. Jadi bila kamu sedang mengkonsumsinya, perhatikan baik-baik cara penggunaannya yah!