Tips merawat sprei putih agar tetap bersih dan awet

Cara Merawat Sprei Putih agar Tetap Bersih dan Awet

Memilih seprei berwarna putih menjadi pilihan bagi sebagaian orang. Selain mudah di kombinasikan dengan warna lain, sprei berwarna putih juga membuat ruangan nampak lebih terang dan bersih.

Tapi, salah satu masalah yang sering muncul pada sprei berwarna putih adalah warnanya yang cepat kuning dan mudah kotor. Siapa sih yang suka dengan sprei putih yang penuh dengan bercak dan noda kekuningan?

Tapi jangan khawatir, ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk merawat sprei putih agar tetap awet dan bersih

7 Tips untuk Merawat Sprei Putih agar Tahan Lama

1. Lakukan tindakan pencegahan

Sprei berwarna putih akan sangat rentan terhadap noda. Untuk itu kita harus menjaganya agar noda tidak mendekati sprei. Salah satu langkahnya adalah dengan tidak makan makanan di atas tempat tidur. Noda makanan, terutama noda minyak, akan cukup sulit dibersihkan apalagi bila sprei tidak cepat dibersihkan.

Selain itu hindari tidur dengan makeup yang masih menempel di wajah. Usahakan untuk menghapus makeup terlebih dahulu sebelum tidur di atas sprei berwarna putih.

2. Pilih sprei dari bahan katun atau linen

Bahan sprei sangat berpengaruh pada tingkat perawatannya. Katun dan linen adalah dua bahan yang paling tahan lama dan cukup mudah dirawat. Kelebihan kedua bahan ini adalah teksturnya yang lembut dan memungkinkan sirkulasi udara, sehingga sangat cocok untuk digunakan di atas tempat tidur. Tidak hanya itu, kedua bahan ini juga dapat menerima panas dari pengering dan pemanas setrika dengan baik.

3. Jangan gunakan sprei terlalu lama

Bila kamu sangat menggemari sprei berwarna putih, ada baiknya kamu memiliki beberapa sprei cadangan dengan warna yang sama. Bila kita memiliki sprei berwarna putih, usahakan untuk sering-sering mencucinya. Selain menghindari noda melekat terlalu lama di sprei, mencuci sprei juga bertujuan untuk menghindari tumbuh kembang bakteri dan mikroorganisme lain pada sprei. Mikroorganisme biasanya akan lebih mudah tumbuh dan berkembang biak pada sprei yang jarang dicuci. Untuk itu, cuci sprei paling tidak sekali dalam seminggu.

4. Cuci sprei putih dengan air panas

Beberapa noda yang umumnya menempel pada sprei adalah minyak alami tubuh serta produk perawatan seperti losion. Noda semacam ini akan menyebabkan sprei menjadi kotor dan belang. Untuk menghilangkannya, mencuci sprei di air dingin atau hangat tidak akan terlalu efektif. Beda dengan air panas yang tidak hanya menghilangkan kotoran, tetapi juga membasmi kuman penyakit.

Sayangnya mencuci sprei di air panas akan membuat serat bahan cept rusak. Karena itulah, agar lebih awet, cuci sprei minimal dua minggu sekali.

Mencuci sprei lebih efektif dengan air panas

5. Hindari pemutih dengan bahan klorin

Untuk menjaga sprei putih tetap bersih, hati-hati dalam memilih produk pemutih. Pemutih dengan bahan klorin ternyata malah bisa membuat warna putih menjadi kekuningan. Selain itu, pemutih jenis ini dapat membuat bahan kain cepat rusak dan menipis. Pilih pemutih dengan oksigen yang aman digunakan dan dapat menjaga warna asli kain.

6. Setrika seprai untuk membuatnya mulus

Jangan lupa untuk menyetrika sprei untuk mendapatkan tekstur mulus sempurna. Setrika seprai dalam keadaan sedikit lembap, semprot air jika perlu. Dengan begitu, tampilan tempat tidur Anda tidak kalah dengan tempat tidur di hotel bintang lima.

7. Perhatikan tempat penyimpanannya

Setelah disetrika, usahakan untuk menyimpan sprei di tempat yang bersih dan kering. Tempat penyimpanan yang lembab akan lebih cepat membuat sprei terkena jamur yang akan menimbulkan noda yang sulit dihilangkan. Untuk mengatasinya kita bisa menggunakan produk anti jamur seperti kapur barus dan produk untuk menyerap kelembaban pada lemari pakaian.

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas